Peresmian Mushola dan Peletakan Batu Pertama Pondok Pesantren Barahat Sapu Jagat

 

Peresmian Mushola dan Peletakan Batu Pertama Pondok Pesantren Barahat Sapu Jagat


Kabupaten Tangerang, Tangerangtalk — Pondok Pesantren Barahat Sapu Jagat resmi memulai pembangunan dengan ditandai peresmian mushola dan peletakan batu pertama yang berlangsung khidmat.

Acara ini dihadiri oleh pimpinan yayasan, para tokoh masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan legislatif.

Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Barahat Sapu Jagat, KH Muhammad Tatang Royan, menyampaikan rasa syukur karena kegiatan peresmian dapat terlaksana dengan lancar dan dalam keadaan sehat. Ia menjelaskan bahwa penamaan pesantren ini mengikuti tradisi pesantren-pesantren besar yang menggunakan nama kampung atau wilayah setempat.

“Barahat merupakan kawasan segitiga yang menghubungkan Desa Cileles, Cikuya, dan Cikareo. Kami berharap nama ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

KH Tatang juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh masyarakat dan perwakilan desa yang hadir mendukung berdirinya pesantren tersebut.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dikemas sederhana namun penuh makna.
Dalam pengembangannya, Pondok Pesantren Barahat Sapu Jagat juga akan fokus pada pendidikan ekonomi berbasis kerakyatan.

Melalui Pondok Pesantren Ekonomi Sajanu dan Koperasi Sapu Jagad Nusantara, kegiatan pemberdayaan seperti pertanian dan ekonomi produktif akan mulai dibangun di kawasan Cikuya, Cikareo, dan Cileles.
Sardi, Pejabat Sekretariatan DPRD Provinsi Banten, yang memiliki hubungan panjang dengan KH Tatang sejak tahun 1990.

Ia menyampaikan dukungan penuh atas berdirinya pondok pesantren ini.

“Pak Kyai sudah lama memiliki cita-cita mendirikan pesantren. Hari ini kita bersilaturahmi menyaksikan terwujudnya langkah awal itu. Semoga kita semua saling mendukung,” katanya

Ia juga membuka peluang agar aspirasi terkait sarana dan prasarana dapat diusulkan pada masa reses 4–13 Februari mendatang.

Sementara itu, Kepala Desa Cikareo, Abdul Azis, yang turut hadir, menyebut kegiatan ini sebagai momentum baik yang membawa keberkahan.

Atas nama pemerintah desa, ia menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan pesantren yang berada di kawasan strategis, yang disebut sebagai “segitiga emas”.
“Kami berharap keberadaan pesantren ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar dan menjadi pusat pendidikan yang membawa kemaslahatan,” ujar.

Dengan dimulainya pembangunan Mushola dan Pondok Pesantren Barahat Sapu Jagat, masyarakat setempat menaruh harapan besar agar pesantren ini menjadi wadah pembinaan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi yang membawa keberkahan bagi seluruh kawasan Barahat. (Sayuti)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url