Diduga Menipu, Kades Karet Tegur Sekdesnya

Sekdes Karet Diduga Menipu, Kades: Sudah Saya Tegur


Tangerang, Tangerangtalk.Online - Kepala Desa (Kades) di Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Mudi mengatakan sudah menegur Sekretaris Desa-nya (Sekdes) AM terkait kasus penipuan yang diduga dilakukannya.


Kades Karet Mudi menyampaikan mengetahui kasus itu dari pemberitaan media massa. Setelah itu, kata Mudi, dirinya segera menghubungi Asep untuk mengetahui jalan cerita kebenarannya.


"Sudah saya tegur. Kata dia udh mau diselesaikan, separuh udh masuk (dibayar)," kata Mudi, saat dikonfirmasi Faktual24.Com di Kantor Desa Karet, pada Selasa, (2/10/2023).


Terkait kasus tersebut, kata Mudi, dirinya tidak pernah ikut terlibat, apalagi memerintahkan.


"Punten, kalau kita gini, sebatas kinerja memang dia bawahan saya, tapi di luar pemerintah desa itu internal mereka" ujarnya.


Belakang ini, Mudi mengungkapkan bahwa Sekdes-nya itu kerap tidak masuk kantor dengan berbagai alasan.


Karena itu, tambah Mudi, pihaknya telah menegur dan memperingati sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).


Sementara itu, diduga korban penipuan Sekdes, Siti Zulaeha mengatakan, dirinya belum pernah menerima pengembalian uang.


Zulaeha mengungkapkan bahwa Sekdes Karet, Asep memang kerap mengumbar janji akan mengembalikan uang.


"Bohong kalau udah balikin setengah. Jangankan dibalikin, sekarang, Pak Asep susah dihubungi. Dulu, Asep suka janji mau ngembaliin uang  tapi cuma janji gak pernah ditepati," ujar Zulaeha.


Padahal, sambung Zulaeha, dirinya membutuhkan uang tersebut lantaran saat ini sudah tidak bekerja dan harus membiayai segala kebutuhan hidup.


"Saya butuh uangnya buat biaya hidup sehari-hari, sekolah anak, kuliah saya, apalagi saya ini sudah hidup berdua saja sama anak dan belum dapat kerja lagi" kata Zulaeha dengan raut muka sedih.


Selanjutnya, Zulaeha menyerahkan kasus ini kepada kuasa hukum dan aparat kepolisian. Zulaeha berharap kasus penipuan yang menimpa dirinya segera selesai dan uang bisa dikembalikan.


"Saya harap pihak kepolisian bertindak cepat, terlebih takut adanya korban baru" harapnya.


Sementara itu, Sekdes Karet AM yang diduga melakukan penipuan tidak merespon saat dimintai keterangan lewat pesan WhatsApp oleh Faktual24.Com.


Sebelumnya telah diberitakan

Sekretaris Desa (Sekdes) Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, AM diduga melakukan penipuan kepada seorang korbannya, bernama Siti Zulaeha (32) dengan cara menggadai mobil.


Awalnya, Siti Zulaeha mengaku mencari mobil gadaian kepada temannya Abdul Azis. Selanjutnya, Azis mengenalkan kepada AM selaku Sekdes Karet, yang ingin menggadaikan mobilnya bermerek Mitsubishi Xpander. Namun, lanjut dia, saat melakukan transaksi pegadaian, mobil yang dibawa Asep bukan Xpander melainkan Avanza tahun 2022.


“Tanggal 22 Juni, saya ketemu Asep buat transaksi gadaian, tapi mobilnya beda, nggak sesuai kesepakatan awal,” kata Zulaeha, saat dikonfirmasi pada Senin, (18/9/2023).


Walaupun merek mobilnya tidak sesuai kesepakatan awal, sambung Zulaeha, transaksi pegadaian tetap terjadi karena pihak Aziz dan AM berjanji akan sepenuhnya bertanggung jawab.


“Gadai mobilnya tetap jadi, total saya berikan Rp30 juta kepada AM. Ceritanya, mereka tanggung jawab sepenuhnya atas mobilnya,” ujarnya.


Setelah dua minggu proses penggadaian, Zulaeha mengungkapkan, dirinya didatangi seseorang yang tak dikenal, yang ingin mengambil mobil dari hasil penggadaian dengan AM. Lebih lanjut, kata dia, ternyata mobil tersebut adalah mobil rental yang disewa oleh Asep.


“Saya lagi di kampus, ada orang yang mengaku pemilik mobil. Katanya itu mobil rental yang disewa AM sambil nunjuki surat-surat kepemilikan dan transaksi sewa,” terang Zuleha. (Siaran Pers).


Next Post Previous Post