10 Tradisi Penting di Malam Satu Suro

  

10 Tradisi Penting di Malam Satu Suro

Tangerangtalk.online - Malam Satu Suro adalah perayaan tradisional yang dirayakan oleh masyarakat Indonesia pada tanggal 1 Muharram, awal tahun dalam penanggalan Hijriyah. 

Malam Satu Suro memiliki makna dan kepercayaan yang dalam bagi berbagai suku dan budaya di Indonesia.

Apa hal penting yang dilakukan di Malam Satu Suro

Berikut adalah 10 hal penting yang sering dilakukan masyarakat dalam perayaan Malam Satu Suro:

Doa Bersama: Malam Satu Suro sering dimulai dengan doa bersama di masjid atau surau. Masyarakat berkumpul untuk berdoa memohon berkah dan perlindungan dari Allah SWT untuk tahun yang baru.

Memperingati Tahun Baru Islam: Malam Satu Suro merupakan awal tahun baru dalam penanggalan Hijriyah. Masyarakat memperingati momen ini dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Tahlilan: Tahlilan adalah tradisi pengajian yang dilakukan untuk mengenang dan mendoakan arwah leluhur atau orang yang telah meninggal. Tahlilan sering diadakan di rumah-rumah dan musholla.

Tradisi Bersih-bersih: Sebagian masyarakat juga menjadikan Malam ini sebagai waktu untuk membersihkan rumah dan lingkungan sekitar. Hal ini sebagai simbol persiapan menyambut tahun baru dengan keadaan yang bersih dan rapi.

Puasa Tasu'a: Selain Malam Satu Suro, tanggal 9 Muharram juga dikenal dengan sebutan Tasu'a. Sebagian masyarakat menjalankan puasa sunnah pada hari ini sebagai bentuk persiapan sebelum memasuki Malam ini.

Tradisi Nasi Tumpeng: Di beberapa daerah, terutama Jawa, tradisi menyajikan nasi tumpeng menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Malam ini. Nasi tumpeng melambangkan syukur dan harapan untuk keberkahan di tahun yang baru.

Larung Sesaji: Di pantai-pantai atau sungai-sungai, terutama di Jawa Timur, masyarakat melakukan tradisi larung sesaji. Mereka melepas perahu atau sampan ke tengah laut atau sungai, yang berisi sesaji dan doa, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan permohonan keselamatan.

Mengheningkan Cipta: Malam ini sering dianggap sebagai malam yang keramat, oleh karena itu beberapa masyarakat memilih untuk mengheningkan cipta dan menjauhkan diri dari kegiatan yang mengganggu ketenangan.

Ziarah Kubur: Beberapa orang mengunjungi makam leluhur atau keluarga yang telah meninggal sebagai bentuk mengenang dan mendoakan mereka di malam yang bersejarah ini.

Berbagi dengan Sesama: Malam ini juga dianggap sebagai waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama. Banyak masyarakat yang memberikan sedekah atau bantuan kepada yang membutuhkan.

Kesimpulan

Malam Satu Suro adalah perayaan yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Setiap tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada malam tersebut memiliki makna dan tujuan tersendiri. Meskipun beragam dalam pelaksanaannya, semangat kebersamaan dan persiapan menyambut tahun baru selalu menjadi inti dari perayaan ini. (Sayuti)

Next Post Previous Post