Sejarah Kerjinan Topi Bambu



Tangerangtalk.Online -- Menurut sejarah, kerajinan topi bambu Tangerang berawal pada abad ke-19, ketika seorang Cina memperkenalkan seni membuat topi dari bambu ke Jawa.

Wilayah produksi topi terpusat di sekitar Tangerang, dimana 200-300 ribu lelaki, perempuan, dan anak-anak terlibat dalam mendapatkan dan menyiapkan serat pandan dan bambu untuk membuat topi.

Topi Tangerang menjadi terkenal di dunia dan membuat Tangerang terkenal. Pada tahun 1887, Tangerang mengekspor 145 juta topi, terutama ke Prancis. Topi ini menjadi kebiasaan bagi pekerja pelabuhan baik di Eropa maupun Amerika, dan terutama Amerika Latin.

Pada tahun 1909, produksi topi dilakukan di rumah-rumah penduduk dan melibatkan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak berusia 5 tahun. Proses membuat topi memakan waktu lama, seorang perempuan dapat menyelesaikan sebuah topi dalam 2 hari, tetapi topi kualitas lebih baik bisa memerlukan waktu dua hingga tiga bulan.

@tangerangtalk Sejarah Kerjinan Topi Bambu Tangerang #tangerang #topibambu ♬ suara asli - Tangerang Talk


Permintaan topi anyaman bambu Tangerang sangat tinggi dan bahkan diekspor ke luar negeri seperti dapat dilihat pada tabel ekspor dari tahun 1913 hingga 1931. Namun, sejak masa pendudukan Jepang dan Revolusi, industri topi bambu mulai menurun.

Namun, pada masa Orde Baru, industri topi bambu Tangerang bangkit kembali, terbukti pada kunjungan Presiden Soeharto ke Tangerang pada tahun 1976 untuk mengiatkan kembali produksi topi bambu khususnya untuk pramuka.

Sumber: Permana, Rahayu. (2019).TOPI BAMBU TANGERANG (Kearifan Lokal Berbasis Ekonomi Kreatif), Tsaqofah; Jurnal Agama dan Budaya. Vol. 17 No. 2 Desember 2019. 141-142




Next Post Previous Post