Review Buku Kumpulan Puisi ke-2 Perempuan Bertirai Senja


Tangerangtalk – Buku kumpulan puisi yang diberi judul Perempuan Bertirai Senja ini merupakan bagian kedua dari trilogi puisi karya Eni Suhaeni. Setelah dua bulan sebelumnya menerbitkan buku pertamanya Antologi Puisi Bingkai Sunyi.

Eni Suhaeni dalam unggahan facebooknya mengatakan bahwa kumpulan puisi dalam buku kumpulan puisi ini merupakan catatan selama berjuang melawan penyakitnya selama dua tahun belakangan.

Buku Kumpulan Puisi Perempuan Bertirai Senja menggambarkan bahwa selama masa itu. Dirinya merasakan daya cipta puisi meningkat sehingga dirinya menuangkan dalam unggahan-unggahan facebooknya.

Kesan pertama saat melihat cover buku ini, kita diajak untuk melihat sisi perempuan yang melankolis seperti senja yang temaram. Penuh sisi yang belum banyak orang pahami.

Menariknya gambar dalam cover tersebut merupakan penulis sendiri yang sedang menikmati senja.

Siluet hitam pohon dan merah saga senja yang menjadi warna dominan ini merupakan gambaran kedalaman renungan.

Perempuan Bertirai Senja berisi tentang segala rasa yang bercerita tentang fenomena senja dan segala rasa sayang terkait dengannya . Sebab senja di mata penulis buku ini begitu indah dan memberikan inspiratif, memberikan banyak ide dan keterpesonaan di semesta cakrawala sehingga segenap rasa cinta, rindu, luka dan bahagia bisa diekspresikan melalui semburat warna mera saganya.

Eni mengaku banyak orang yang bertanya kenapa baru sekarang produktif menulis puisi. Meskipun saat mahasiswa dahulu dirinya sudahaktif di komunitas seni puisi.

Dirinya bercerita, sebenarnya keinginan menerbitkan buku puisi sudah lama menjadi keinginannya namun baru saat ini dirinya mempunya waktu dan kesempatan.

Dirinya juga sedang mempersiapkan untuk kesempatan berikutnya akan menerbitkan bagian terakhir dari trilogi puisinya dengan puisi-puisi tematik yang menarik lainya.

Kesimpulan Buku Kumpulan Puisi

Buku ini menurut saya layak dibaca teman-teman sambil menikmati senja. Sehingga mengubah cara pandang baru dalam melihat senja. (Sayuti)

Next Post Previous Post