Musim Pancaroba, Awas virus chikungunya

Musim Pancaroba, Awas virus chikungunya
Musim Pancaroba, Awas virus chikungunya (Alo Dokter)


Tangerangtalk Tangerang kini sudah memasuki Musim pancaroba yang menyebabkan beberapa penyakit muncul. Salah satunya adalah virus chikungunya.

Chikungunya merupakan infeksi dari virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Albopictus dan Aedes Aegypti. Penyakit ini ditandai dengan demam dan nyeri sendi secara mendadak. 

Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, terdapat 5.042 kasus chikungunya di Indonesia sepanjang tahun 2019. Dari kasus tersebut, sebanyak 1.044 kasus terjadi di provinsi Jawa Barat, disusul Lampung dengan 829 kasus, dan Gorontalo dengan 534 kasus. Namun, hingga saat ini belum ada laporan kematian akibat chikungunya.

Penyakit Chikungunya juga sempat mewabah di RT 01/03, kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Banten.

Satu hari sebelumnya, Jumat, (22/07/22) jumlah pasien di lingkungan tersebut tercatat sebanyak 20 orang. Kini, Sabtu (23/7/2022) naik 100 persen lebih, atau mencapai 41 orang 

Akibatnya, Puskesmas Batuceper Kota Tangerang bekerja keras untuk menangani hal tersebut dengan cara melakukan lintas program.

dr. Dini Anggraeni, Kepala Dinas Kesehatan (DInkes) Kota Tangerang, menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi virus chikungunya dengan cara sederhana, yakni 3M plus.

“Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilakukan dengan 3M plus. Yakni, menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat - rapat tempat penampungan air dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” papar dr. Dini Anggraeni.

Dini melanjutkan bahwa, masyarakat bisa menaruh cairan larvasida atau abate pada tempat penampungan air yang telah dicuci bersih, menggunakan obat ataupun lotion nyamuk, hingga menggunakan kelambu pada saat tidur.

“Sejauh ini kami (Dinas Kesehatan) melalui puskesmas telah memberikan obat - obatan. Seperti, obat penurun demam, nyeri sendi, obat lainnya bagi mereka yang suspect, serta obat abate untuk diteteskan di penampungan air. karena yang utama bukan hanya mengusir nyamuk besar dengan fogging tetapi, jentik juga harus diberantas,” lanjut dr. Dini..

Selain itu, dr. Dini juga meminta agar masyarakat selalu terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mengonsumsi makanan yang bergizi.

“Dengan makan - makanan yang bergizi dan olahraga yang cukup, imun akan menjadi kuat. Sehingga, apapun penyakit dan virusnya, imun bisa melawan dan terhindar dari virus ataupun bisa melewati fase penyakit tersebut,” kata Dini.

Jika ditemukan gejala chikungunya, seperti demam, lemas, mual dan ciri khasnya yakni, nyeri sendi dan ruam kemerahan. Masyarakat dapat menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.

“Jangan sungkan untuk laporkan ke puskesmas, sehingga kami bisa mengetahui sedini mungkin dan masyarakat mendapatkan obat - obatan yang diperlukan,” tutupnya.(Say)

Refrensi: 

  1. https://www.alodokter.com/chikungunya

  2. https://www.tangerangkota.go.id/berita/detail/31077/kenali-apa-itu-chikungunya-dan-cara-penanganannya.

  3. https://semartara.news/chikungunya-mewabah-di-kota-tangerang-jumlah-pasien-capai-41-orang/ 

 


Next Post Previous Post