Hipotesa: Seragamnya informasi yang diproduksi

 

Hipotesa: Seragamnya informasi yang diproduksi

Seragamnya informasi yang diproduksi oleh media online. Bahkan beberapa hanya mengkopi dan tempel informasi dari sumber pertama

(Tangerangtalk-Sayuti)


Saya pernah diceritakan tentang kelinci yang masuk sebuah sekolah.

Sekolah tersebut mengajarkan kelinci tersebut berenang seperti ikan, terbang seperti burung, memanjat seperti kera, dan melompat seperti Kelinci.


Di Akhir semester dia mendapatkan nilai rendah di setiap pelajaran kecuali pelajaran melompat. Sayangnya sekolah tersebut tidak meluluskan kelinci karena minimal nilai kelulusan "Baik".


Maka masuklah sang kelinci dalam kategori bodoh. Karena tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik selain melompat. Karena sekolah tersebut mencetak murid seragam tanpa keunikan.


Hal ini saya kira gambaran bagi informasi yang beredar di internet. Hampir semuanya seragam, mungkin hanya berbeda judul dan susunan paragraf. Selebihnya sama hingga titik dan komanya.


Setiap perbedaan informasi patut dipertanyakan, dikritik dan di skeptisisme kan. Ketimbang informasi yang seragam yang ada di media lain.


Apa yang terjadi?


Berbagai alasan sepengetahuan saya. Pertama sedikitnya bahan bacaan dan sedikitnya kemauan membaca. Ini mungkin tidak disadari. Kenapa tidak ada baru yang muncul karena kita berkutat pada bahan-bahan dan ide itu-itu saja.


Kemudian, Kemauan memilih jalan yang sulit atau bersusah payah dalam mencari informasi. Ini mungkin juga persoalan utama yang dihadapi orang yang menulis.


Terakhir, kepuasan pada hal yang biasa. Ini juga perangkap orang menulis informasi. Seakan-akan kita sudah bersusah payah mendapatkan informasi dan puas dengan hal tersebut.


Mungkin tulisan ini tidak sepenuhnya menjawab pertanyaan yang diajukan diawal. Tulisan ini hanya ingin menjadi biji yang akan dikembangkan terus menerus hingga akhirnya menjawab pertanyaan yang diajukan.



Next Post Previous Post