Strategi Membangun Jiwa Kewirausahaan [Update 2023]

Membangun Jiwa Kewirausahaan
Membangun Jiwa Kewirausahaan


Tangerangtalk.Online - Perkembangan Ekonomi suatu bangsa tak pernah lepas dari perkembangan kewirausahaan di Negara tersebut, hal ini bisa dilihat di beberapa Negara maju seperti China, India, jepang, inggris dan Amerika Serikat, dimana jumlah pelaku wirausahanya lebih dari 10 %.

Dari sebab itu maka banyak Perguruan-perguruan Tinggi di Indonesia yang mencanangkan 1000 wirausahawan baru setiap tahunnya. Harapannya dapat mendongkrak posisi Negara Indonesia menjadi Negara Maju yang berdiri dikaki sendiri dibidang ekonomi.

Tapi sangat disayangkan jauh panggang dari api, pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia tergolong rendah bila dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura. Hal ini disebabkan kurang dibangunnya jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa Indonesia, sehingga seminar dan pelatihan hanya berbekas dalam sertifikat yang didapat, selebihnya hanya angan-angan saja.

Karena hal tersebutlah penulis merasa perlu dibangun pondasi yang kokoh dulu, sebelum di bangun datasnya bangunan kewirausahaan dikalangan mahasiswa, sehingga biaya yang dikeluarkan perguruan-perguruan Tinggi memiliki hasil yang setimpal.

Telaah Pustaka.

Sepengetahuan penulis pembahasan tentang Pembangunan Jiwa Kewirausahaan telah banyak dibahas baik sebagai karya Ilmiah maupun Artikel singkat di Media cetak maupun elektronik, dan untuk mendukung pembahasan yang lebih mendalam  terhadap masalah diatas, penulis berusaha melakukan kajian pustaka yang lebih mendalam terhadap literatur yang relevan terhadap masalah yang akan dibahas.

Pembahasan yang pernah penyusun jumpai yang berkaitan dengan Pembangunan Jiwa Kewirausahaan adalah resep-dari-bob-sadino-membangun-jiwa.

Pembahasan lain yang berkaitan  dengan membangun jiwa kewirausahaan yaitu sebuah artikel membangung jiwa wirausaha[2] dan banyak lagi yang lainnya.

Dari sekian artikel yang ada penulis belum menemukan menemukan penelitian yang secara khusus membahas membangun jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa, sehingga dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa.

 Landasan Teori

Menurut literatur istilah wiraswasta sama dengan wirausaha. Istilah wiraswastawan dihubungkan dengan istilah saudagar, berasal dari bahasa sansekerta yg memiliki pengertian : Wiraswasta terdiri dari kata Wira, Swa, Sta. Wira = manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan/pendekar kemajuan & berwatak agung. Swa artinya sendiri, dan Sta artinya berdiri. Saudagar, Sau adalah seribu & dagar artinya akal. Jadi artinya seribu akal[3].

Wiraswasta adalah: “Keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah hidup dg kekuatan yg ada pada diri sendiri” Manusia wiraswasta mempunyai kekuatan mental yang tinggi sehingga memungkinkan untuk meluncur maju ke depan di luar kemampuan rata-rata & adakalanya wiraswastawan tidak berpendidikan tinggi.[4] Pelopor wiraswasta adalah DR. Suparman

Sumahamijaya menekankan peluang kelompok kreatif entrepreneur Indonesia untuk mengangkat bangsa dari kemiskinan[5].

Membangun Jiwa Kewirausahaan

Bob Sadino salah satu wirausaha yang sukses sering mengatakan bahwa untuk belajar kewirausahaan sebaiknya seseorang tidak belajar didalam kelas atau belajar dari mereka yang tidak pernah berwirausaha.

Kepada mahasiswa saya  katakan(Aburizal Bakrie) untuk sukses berbisnis kita tidak bisa hanya belajar di bangku kuliah saja. Bangku kuliah hanya mengajarkan dasar dan teori. Sisanya kita belajar kepada mereka yang telah sukses.[6]

Karena pertama-tama yang harus dilalui oleh seorang wirausaha adalah membangun mental wirausaha, tanpa mental yang kuat seorang wirausaha akan sering putus asa ketika berhadap dengan masalah, atau apabila merujuk buku You Don't Have to be Born Brilliant karangan  John McGrath. pengusaha muda untuk membangun jiwa kewirausahaan harus mulai dari Membangun landasan, atau membangun mental sebagai wirausaha.

Untuk membangun jiwa kewirausahaan seseorang harus terlebih dahulu mulai dari kebiasaan-kebiasaan positif, Dengan memiliki sikap yang hebat, anda akan menciptakan lingkungan yang bagus bagi diri sendiri. Sikap yang hebat juga sebagai magnet.

Sifat-sifat yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah:

  1.     Percaya diri
  2.     Berorientasi pada proses dan hasil
  3.       Pengambil resiko
  4.     Kepemimpinan
  5.       Keorisinilan
  6.       Orientasi pada masa depan

B.     Penjelasan

Untuk membahas lebih dalam sikap atau sifat yang harus dimiliki oleh wirausaha, maka dalam makalah akan membahas satu persatu.

a.       Percaya Diri

Dalam membangun sebuah usaha hal yang paling utama adalah kepercayaan diri, sebab bagaimana seseorang dapat mempercayai kemampuan seseorang apabila dirinya sendiri tidak percaya dia akan mampu.

Dalam sebuah pidato Sukarno sering mengucapkan ”...bahwa oleh antitese ini, kemenangan hanyalah bisa kita capai dengan kebiasaan sendiri, usaha sendiri, kepandaian sendiri, fi’il-fi’il kebenaran sendiri. Inilah yang biasa disebutkan politik ”percaya pada kekuatan sendiri”, politik ”self help dan non-cooperation”[9]

Atas dasar self help dan non-cooperation itulah akan tumbuh kepercayaan diri (self reliance).[10]

b.      Berorientasi Pada Proses

Sering kali seseorang berwirausaha dengan harapan meniru kesuksesan seseorang yang sudah kaya raya. Padahal dia belum mengetahui banyak tentang proses perjuangan orang tersebut dalam memperoleh kesuksesan.

Maka sering dikatakan oleh orang banyak apabila kamu berorientasi pada hasil maka kamu akan kecewa, dan apabila kamu berorientasi pada prosesnya kamu sedang menjaga hasilnya.

c.       Pengambil Resiko

Seorang wirausaha kadang harus berhadapan dengan resiko, seperti pepatah asing yang mengatakan kita tidak akan memenangkan sesuatu tanpa mempertaruhkan sesuatu, pengambilan resiko disini bukan berarti tanpa perhitungan, maka sangat dituntut keahlian dalam manajemen resiko dan problem solving.

d.      Kepemimpinan

Salah satu hal yang tak kalah penting dalam berwirausaha adalah jiwa kepemimpinan, pemimpin harus menyadari bahwa dinamika suatu organisasi sebagian besar terletak pada pundaknya, yaitu dengan rencana-rencana yang pelaksanaannya didelegasikan kepada bawahannya.[11]karena hal tersebutlah diperlukan jiwa kepemimpinan yang sangat tahan banting sehingga bisa membawa perusahaan yang dia pimpin dapat melewati masalah yang sangat sulit sekalipun

  1.       Keorisinilan

Kita dapat mengambil contoh pengusaha air minum dalam kemasan dengan merk Aqua, Bapak Tirto Utomo. Dia dapat dikatakan seorang wirausahawan karena ia melakukan terobosan dalam usaha baru air minum dalam kemasan yang pada saat itu dikuasai oleh minuman bersoda dan beralkohol. Pada awal berdirinya perusahaan Aqua banyak orang mempertanyakan mengapa air tawar diperjual belikan yang biasanya di Indonesia dapat diminta dengan gratis, tetapi usaha tersebut ternyata berhasil bahkan kini banyak perusahaan lain yang mengikutinya.[12]

Contoh di atas membuktikan bahwa orisinalitas sangat penting dalam membangun sebuah perusahaan, mungkin mudah apabila kita meniru sebuah usaha yang sudah sukses tapi biasanya hanya bertahan tidak lama, beda apabila kita membangun dari awal maka kesuksesan akan berlangsung sangat lama.

  1. Berorientasi Pada Masa Depan

Beberapa tahun yang lalu ketika perusahaan Apple yang didirikan oleh Steve jobs meluncurkan IPhone pertama kali, beberapa pesaingnya menertawakan Handphone tersebut karena tidak menggunakan keyboard, tapi lihatlah saat ini hampir setiap perusahaan ternama mengeluarkan Handphone Touchscreen. Dan harus membayar royalti atas teknologi tersebut kepada Apple, ini yang dimaksud dengan berorientasi pada masa depan.

Apa jadinya apabila Steve Jobs ragu pada peluncuran IPhone pertama kali, mungkin kita tidak dapat melihat Handphone-handphone seperti pada saat ini.

  1.     Kesimpulan
  2.     Wiraswasta terdiri dari kata Wira, Swa, Sta. Wira = manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan/pendekar kemajuan & berwatak agung. Swa artinya sendiri, dan Sta artinya berdiri. Saudagar, Sau adalah seribu & dagar artinya akal. Jadi artinya seribu akal[13].
  3.     Kepada mahasiswa saya  katakan(Aburizal Bakrie) untuk sukses berbisnis kita tidak bisa hanya belajar di bangku kuliah saja. Bangku kuliah hanya mengajarkan dasar dan teori. Sisanya kita belajar kepada mereka yang telah sukses
  4.     Karena pertama-tama yang harus dilalui oleh seorang wirausaha adalah membangun mental wirausaha, tanpa mental yang kuat seorang wirausaha akan sering putus asa ketika berhadap dengan masalah, atau apabila merujuk buku You Don't Have to be Born Brilliant karangan  John McGrath. pengusaha muda untuk membangun jiwa kewirausahaan harus mulai dari Membangun landasan, atau membangun mental sebagai wirausaha.
  5.     Untuk membangun jiwa kewirausahaan seseorang harus terlebih dahulu mulai dari kebiasaan-kebiasaan positif, Dengan memiliki sikap yang hebat, anda akan menciptakan lingkungan yang bagus bagi diri sendiri. Sikap yang hebat juga sebagai magnet dalam meraih kesuksesan.

sifat-sifat yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah:[14]

  1.       Percaya diri
  2.     Berorientasi pada proses dan hasil
  3.       Pengambil resiko
  4.     Kepemimpinan
  5.       Keorisinilan
  6.       Orientasi pada masa depan

E.      Penutup

Demikian makalah ini kami tulis, makalah ini ditulis selain untuk memenuhi Tugas yang dibebankan kepada kami, juga bertujuan menambah wawasan kami tentang kewirausahaan yang nantinya sangat kami butuhkan dalam menggapai masa depan yang sejahtera.

Memang kami mengakui masih banyak hambatan dalam menyusun makalah ini, salah satunya adalah sumber referensi yang masih minim di bidang kajian ilmiah kewirausahaan dan keterbatasan waktu dari kami dalam menyusun makalah.

Dari penulisan makalah ini, penyusun berkesimpulan bahwa untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan diperlukan sebuah lingkungan yang mendukung tumbuhnya dan lahirnya para pengusaha muda dari dalam kampus STAI Binamadani.

Terimakasih saya ucapkan kepada para Dosen dan teman-teman yang telah mengapresiasi makalah kami.

Tips Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan

Seperti buat target dan tujuan masa depan, cepat melihat peluang, mempelajari kisah sukses orang lain, rutin melakukan inovasi, kreatif, dan fokus pada tujuan.

 

Referensi

  1.     Penjelasan Platform Perjuangan kaum Marhaen dan Marhaenis, LKSM
  2.     Lebih Dekat dengan Ir.H.Aburizal Bakrie (KETUA DPP. Partai Golkar)
  3.     Fauzi, Ahmad.2011. Rahasia Sukses Para Blogger Dunia Mendulang Uang dari Internet, Surabaya: Penerbit Indah Surabaya.
  4.     McGrath, John. 2006. You Don’t Have to be Born Brilliant anda juga bisa hebat, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  5.     Hill, Napoleon, 2009. Creat Your Own Miracles, Jakasel: UFUK PRESS
  6.     Hasibuan, Malayu S.P.2005.Manajemen Sumber Daya Manusia(edisi Revisi). Jakarta:Bumi Aksara.
  7.     http://mitra-motivasi.blogspot.com/2010/05/resep-dari-bob-sadino-membangun-jiwa.html
  8.       http://alibusro.blogspot.com
  9.       Seri Temu-kewirausahaan 2010 (Bina Sarana Informatika manajemen Informatika) hal.2
  10.   Modul Konsep Dasar Kewirausahaan, Direktorat Pelatihan dan Kursus, Direktorat Pendidikan Informal dan Formal Departemen Pendidikan nasional tahun 2012

[1] http://mitra-motivasi.blogspot.com/2010/05/resep-dari-bob-sadino-membangun-jiwa.html

[2] http://alibusro.blogspot.com

[3] Ibid. hal 2

[4] Ibid, hal 2

[5] Temu1-kewirausahaan 2010.pdf (Bina Sarana Informatika jurusan manajemen informatika) hal 2

[6] Lebih dekat dengan Ir.H.Aburizal Bakrie (Ketua Umum DPP.Partai Golkar). hal.16

[7]  John McGrath(2000), You Don't Have to be Born Brilliant (Jakarta:Pt.Gramedia Pustaka Utama), Hlm.27

[8] Temu2-kewirausahaan 2010 (Bina Sarana Informatika manajemen Informatika) hal.2

[9] Dibawah Bendera Revolusi I, hal.291

[10] Penjelasan Platform Perjuangan kaum Marhaen dan Marhaenisme, LKSM Hal.13

[11] Drs.H. Malayu S.P.Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia (PT.Bumi Aksara)Cetakan ketujuh Hal.5

[12] Modul Konsep Dasar Kewirausahaan, Direktorat Pelatihan dan Kursus, Direktorat Pendidikan Informal dan Formal Departemen Pendidikan nasional tahun 2012

[13] Ibid. hal 2

[14] Temu2-kewirausahaan 2010 (Bina Sarana Informatika manajemen Informatika) hal.2

 


Next Post Previous Post