Pemkot Tangerang Ajak Pelajar Gunakan Tayo dan Si Benteng

 

Pemkot Tangerang Ajak Pelajar Gunakan Tayo dan Si Benteng


Kota Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang mengajak pelajar menggunakan Bus Tayo dan Si Benteng untuk menekan angka kecelakan lalu lintas dan polusi udara 


Sebagai langkah menjaga keselamatan lalu lintas pengguna jalan di kalangan pelajar, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar kegiatan Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Angkutan Jalan, yang digelar di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (25/1).


Dalam sosialisasi tersebut, Penjabat Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, menyampaikan, salah satu upaya Pemkot untuk meningkatkan kesadaran pelajar tentang keselamatan berlalu lintas yaitu dengan adanya pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas angkutan jalan.


“Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu PR yang dihadapi sebagian besar kota di tanah air, tak terkecuali di Kota Tangerang. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas, tak terkecuali bagi para pelajar,” ujar Dr. Nurdin.


Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pelajar dalam berkendara di jalan raya, kata Dr. Nurdin, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang rutin menggelar kegiatan ini, mengingat pelajar merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami kecelakaan lalu lintas. 


“Kegiatan ini sangat penting bagi pelajar agar memiliki pemahaman yang komprehensif tentang aturan lalu lintas,” jelasnya. 


Dengan upaya ini, lanjut Dr. Nurdin, diharapkan juga angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan para pelajar dapat ditekan, karena mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dan dijaga. 


“Insya Allah dengan upaya ini, angka kecelakaan di Kota Tangerang bisa menurun khususnya di kalangan pelajar,” ucapnya.


Diakhir sambutannya, Dr. Nurdin, mengajak seluruh pelajar di Kota Tangerang agar dapat menggunakan fasilitas transportasi publik yang sudah disediakan Pemkot.


"Pemkot sudah sediakan sarana transportasi yaitu Bus Tangerang Ayo (Tayo) dan Si Benteng. Selain nyaman, aman dan murah, juga turut mengurangi polusi udara karena berkurangnya pemakaian kendaraan. Ayo gunakan fasilitas yang ada sebagai langkah untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas di lingkungan sekolah, masyarakat dan mari bersama-sama kita wujudkan Kota Tangerang yang aman dan nyaman bagi para pelajar,” pinta Dr. Nurdin.


Sebagai informasi, armada transportasi publik yang dimiliki Pemkot Tangerang terdiri dari 80 Angkot Si Benteng dan 40 Bus Tayo. Masing-masing memiliki rute yang berbeda, namun dengan waktu yang sama setiap harinya dimulai dari pukul 05.00 hingga 19.00 WIB.


Tayo memiliki 4 rute, yaitu Poris Plawad-GOR Jatiuwung-Jatake, Poris Plawad-Cibodas, Ciledug–Tangerang City, Cadas-Pintu masuk M1 Bandara Soetta. Sementara. Si Benteng memiliki 9 rute yaitu Gandasari-Gajah Tunggal, Gajah Tunggal- Kampung Ledug, Taman Cibodas-Situ Bulakan, Terminal Cimone-Pasar Lama, Perumahan BTN Pasir Jaya–GOR Gandasari, Terminal Cimone–Koang Jaya, Terminal Cimone– Jalan Dipati Unus-Jalan Gandasari, Terminal Cimone-GOR Pabuaran Tumpeng dan Kavling Perkebunan Raya-RS Melati.


Dan tentunya, kemudahan dalam pembayarannya yaitu melalui Tap on Bus (TOB) dengan menggunakan berbagai kartu uang elektronik (Flazz BCA, BRI, BNI, Mandiri, BJB Banten) serta pembayaran via Q-ris. Dengan ongkos murah meriah yaitu Rp2000,-


Mengutip Kompas.com tahun 2022, Satlantas Polres Metro Tangerang mencatat ada 572 laporan kecelakaan yang diterima sepanjang tahun 2022. Dari total tersebut, 52 korban kecelakaan meninggal dunia, 241 korban mengalami luka berat, dan 430 korban mengalami luka ringan dengan jumlah kerugian materi ditaksir hingga Rp 1.187.100.000. Untuk kerugian material pada tahun 2021 sebesar Rp 698.150.000. Rata-rata kecelakan disebabkan oleh kelalaian pengendara. (Humas/Kompas/Sayuti)


Next Post Previous Post