Cerpen Kemerdekaan : Perjuangan Kecil

Cerpen Perjuangan : Perjuangan Kecil


Cerpen Kemerdekaan - Rama adalah seorang pemuda desa yang memiliki cita-cita besar. Ia ingin mengubah nasib desanya yang masih tertinggal dan terisolasi dari kemajuan zaman. 

Ia percaya bahwa kunci untuk mencapai kemerdekaan adalah dengan meningkatkan pendidikan dan kesadaran masyarakat.

Untuk itu, ia memulai perjuangan kecilnya dengan membentuk kelompok baca di desanya. Ia mengajak teman-temannya yang berminat untuk belajar bersama dan membaca buku-buku yang ia dapatkan dari kota. Ia juga mengumpulkan sumbangan dari para donatur yang simpatik dengan usahanya.

Kelompok baca Rama mulai menarik perhatian banyak orang. Banyak anak-anak muda yang bergabung dan bersemangat untuk menimba ilmu. Banyak orang tua yang mendukung dan memberikan fasilitas. Bahkan, beberapa pejabat desa dan tokoh masyarakat juga ikut berpartisipasi.

Rama merasa senang dan bangga dengan hasilnya. Ia merasa telah berkontribusi untuk memajukan desanya dan bangsanya. Ia bermimpi bahwa suatu hari nanti, desanya akan menjadi desa yang mandiri, sejahtera, dan berbudaya.

Namun, tidak semua orang menyukai perjuangan kecil Rama. Ada sekelompok orang yang merasa terancam dengan keberadaan kelompok baca Rama. Mereka adalah orang-orang yang selama ini menguasai desa dengan cara-cara yang tidak adil dan korup. Mereka takut bahwa kelompok baca Rama akan menggoyahkan kedudukan dan kepentingan mereka.

Maka, mereka pun merencanakan untuk menghancurkan kelompok baca Rama. Mereka menyebarkan fitnah bahwa kelompok baca Rama adalah sarang pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintah. Mereka juga menghasut massa untuk menyerang dan membakar tempat kelompok baca Rama.

Suatu malam, ketika Rama sedang asyik membaca buku bersama teman-temannya, ia mendengar suara keributan di luar. Ia keluar dan melihat banyak orang yang membawa senjata tajam dan obor api. Mereka berteriak-teriak dan melempari tempat kelompok baca Rama dengan batu dan botol.

Rama terkejut dan ketakutan. Ia segera menyuruh teman-temannya untuk melarikan diri dan menyelamatkan diri. Ia sendiri berusaha untuk menghadapi massa yang marah itu. Ia berteriak bahwa mereka salah paham dan bahwa kelompok baca Rama tidak ada hubungannya dengan pemberontakan.

Namun, suaranya tenggelam oleh hiruk-pikuk massa. Mereka tidak mau mendengarkan penjelasan Rama. Mereka hanya ingin menghajar dan membunuh Rama. Mereka menyerbu masuk ke tempat kelompok baca Rama dan mengejar Rama.

Rama berlari sekuat tenaga. Ia mencari jalan keluar dari kepungan massa yang ganas itu. Ia berharap ada seseorang yang bisa menolongnya.

Tiba-tiba, ia melihat sosok yang dikenalnya di antara massa itu. Ia adalah Pak Surya, kepala desanya yang selalu ramah dan baik hati kepada Rama. Rama merasa lega dan berteriak meminta tolong kepada Pak Surya.

Namun, apa yang terjadi? Pak Surya malah tersenyum sinis dan menarik pisau dari sakunya. Ia menghampiri Rama dan menusukkan pisau itu ke dada Rama.

"Maaf, nak. Ini demi kebaikan desa kita," kata Pak Surya sambil menatap mata Rama yang terbelalak.

Rama tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia merasakan darah mengalir dari dadanya. Ia merasakan nyawa perlahan meninggalkannya. Ia merasakan dunia menjadi gelap.

Ia tidak mengerti mengapa Pak Surya melakukan hal itu. Ia tidak mengerti mengapa perjuangan kecilnya harus berakhir dengan tragis. Ia tidak mengerti mengapa kemerdekaan harus dibayar dengan nyawa.

Ia hanya bisa berbisik sebelum mati, "Aku hanya ingin belajar..."


Next Post Previous Post