Investasi adalah Menanam Keuntungan



Tangarangtalk.Online - Investasi adalah suatu kegiatan menanamkan modal,  dengan harapan pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut.


Apa yang dimaksud dengan investasi?

Investasi adalah Menanam Keuntungan di Masa Depan


Istilah investasi sendiri berasal dari kata bahasa Italia, investire yang berarti memakai atau menggunakan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, investasi adalah penanaman uang atau modal pada suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Secara umum, investasi adalah meluangkan atau memanfaatkan waktu, uang, atau tenaga demi keuntungan atau manfaat pada masa datang. Investasi dapat dilakukan oleh individu maupun badan usaha seperti perusahaan.

Sebelum melakukan investasi, alangkah baiknya mengetahui jenis dan strategi yang aman dalam berinvestasi. Berikut penjelasan mengenai investasi:

Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

Investasi adalah Menanam Keuntungan di Masa Depan


Secara istilah, investasi adalah membeli sesuatu yang diharapkan pada masa yang akan datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi dari semula. Menurut Sadono Sukirno, investasi adalah sebuah bentuk kegiatan menanam dan mengeluarkan modal yang digunakan untuk menambah barang keperluan dalam produksi. Barang produksi ini nantinya akan digunakan untuk perkembangan usaha dalam bidang ekonomi.

Pendapat lain disampaikan oleh Mulyadi bahwa investasi adalah sebuah keterkaitan antara sumber-sumber dalam suatu periode dengan massa yang panjang untuk mendapatkan hasil keuntungan di masa yang selanjutnya. Dengan begitu, investasi bertujuan mengembangkan uang atau aset lain agar memberikan keuntungan di masa mendatang untuk mencapai tujuan tertentu. Investasi memiliki tujuan yang bermacam-macam sesuai dengan jenis investasinya.

Jenis Investasi Berdasarkan Tujuan dan Jangka Waktu

Investasi adalah Menanam Keuntungan di Masa Depan


Investasi Dana Pensiun

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan sejumlah dana pada masa tua atau masa pensiun.

Investasi Individu

Kegiatan ini dilakukan oleh individu dengan tujuan mengakumulasi dana untuk membeli rumah atau tanah pada masa depan, membiayai pendidikan anak di masa yang akan datang, meningkatkan kehidupan di masa depan, mempertahankan pendapatan dari inflasi, dan meninggalkan warisan untuk keluarga.

Investasi Asing di Negara Berkembang

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara tersebut. Hal ini dapat membantu perluasan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, pengembangan teknologi, dan mendorong pertumbuhan industri di negara berkembang.

Jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktu

Investasi adalah Menanam Keuntungan di Masa Depan


Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek memungkinkan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu kurang dari tiga tahun. Seperti obligasi jangka pendek, reksa dana, surat utang negara (SUN), pasar saham, dan sertifikat deposito. ini cocok untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu dekat.

Investasi Jangka Panjang

Investasi ini membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk mendapatkan keuntungan. Seperti investasi saham, obligasi, dan investasi emas. Investasi jangka panjang cocok untuk keperluan di masa depan seperti biaya pendidikan, dana pernikahan, dan dana pensiun.

Strategi Aman dalam Berinvestasi

Investasi adalah Menanam Keuntungan di Masa Depan


Kenali Profil Investasi Diri

Mengenali profil investasi diri merupakan strategi penting. Setiap orang memiliki tujuan investasi, penerimaan risiko, jangka waktu investasi, dan tingkat return yang berbeda. Mengetahui profil investasi diri membantu memilih jenis dan produk investasi yang sesuai.

Pilih Jenis dan Produk Sesuai Kebutuhan


Pilih jenis dan produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil investasi diri. Sesuaikan dengan tujuan investasi, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi.

Perhatikan Aspek Legalitasnya

Pastikan lembaga yang menjual atau menawarkan produk investasi telah memperoleh izin usaha yang sesuai dengan bidang usahanya.

Pahamilah Siapa Regulatornya

Pahami regulator yang mengawasi perusahaan yang menjual atau menawarkan produk investasi. Regulator melindungi apabila terjadi masalah di masa mendatang.

Bacalah Ketentuan yang Berkaitan dengan Produk dengan Seksama


Bacalah dengan seksama ketentuan yang berkaitan dengan produk investasi untuk memahami hak dan kewajiban konsumen, manfaat, biaya, dan risiko yang terkait.

Bertanya ke Regulator Terpercaya

Jika masih ragu atau bingung tentang suatu tawaran investasi, tanyakan kepada regulator terkait untuk mendapatkan informasi yang jelas dan terpercaya.

Dengan menerapkan strategi aman ini, Anda dapat berinvestasi dengan bijaksana. Pilihlah investasi sesuai dengan tujuan dan kebutuhan Anda, dan perhatikan aspek legalitas serta kredibilitas lembaga yang terlibat.


Investasi dalam bentuk apa saja?

Investasi adalah Menanam Keuntungan di Masa Depan


Investasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, antara lain:

 Saham: Membeli saham perusahaan sebagai kepemilikan dalam perusahaan tersebut. Keuntungan diperoleh dari kenaikan harga saham atau pembagian dividen.
 Obligasi: Membeli obligasi yang merupakan surat utang dari penerbit obligasi, baik perusahaan maupun pemerintah. Investor mendapatkan keuntungan berupa bunga atau kupon yang dibayarkan secara periodik.
 Reksa Dana: Menyimpan dana dalam reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi. Dana tersebut kemudian diinvestasikan dalam berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang.
 Properti: Membeli atau memiliki properti seperti rumah, tanah, atau apartemen dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai properti atau pendapatan sewa.
 Emas dan Logam Mulia: Membeli emas batangan atau logam mulia lainnya sebagai investasi yang memiliki nilai intrinsik dan dapat menjadi pelindung nilai terhadap inflasi.
Reksa Dana Pasar Uang: Menyimpan dana dalam reksa dana yang berinvestasi pada instrumen pasar uang seperti deposito dan surat berharga jangka pendek. Investasi ini cenderung memiliki risiko yang lebih rendah daripada investasi saham atau obligasi.
Cryptocurrency: Membeli mata uang digital seperti Bitcoin atau Ethereum dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai cryptocurrency tersebut.
 Komoditas: Membeli komoditas seperti minyak, gas, bijih besi, atau gandum sebagai investasi yang nilainya dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan pasar global.
 Pendidikan: Menyisihkan dana untuk pendidikan diri sendiri atau pendidikan anak dengan tujuan untuk menghadapi biaya pendidikan di masa depan.
Startup atau Venture Capital: Menanamkan modal pada perusahaan startup yang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dengan harapan mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan perusahaan tersebut.

Pilihan investasi tergantung pada profil risiko, tujuan keuangan, dan preferensi individu. Sebaiknya konsultasikan dengan profesional keuangan sebelum melakukan investasi.


Apa tujuan dari investasi?

Investasi adalah Menanam Keuntungan di Masa Depan


Tujuan dari investasi adalah mencapai sejumlah hasil atau keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Berikut adalah beberapa tujuan umum dari investasi:

Pertumbuhan Modal: Tujuan utama bagi banyak investor adalah meningkatkan nilai modal mereka. Melalui investasi yang menguntungkan, investor berharap dapat menghasilkan keuntungan dari kenaikan nilai aset atau investasi mereka.
Pendapatan Pasif: Beberapa investasi, seperti dividen saham atau bunga obligasi, dapat memberikan pendapatan pasif yang stabil. Tujuan ini sering dicari oleh investor yang ingin memperoleh aliran pendapatan tambahan tanpa harus bekerja secara aktif.
Melindungi Nilai Aset: Investasi dapat digunakan untuk melindungi nilai aset dari inflasi. Dalam jangka panjang, nilai beberapa aset seperti properti atau logam mulia dapat bertahan atau bahkan meningkat, memberikan perlindungan terhadap penurunan nilai mata uang atau inflasi.
Pensiun: Banyak orang menggunakan investasi untuk mempersiapkan dana pensiun mereka. Investasi jangka panjang yang cerdas dapat membantu membangun tabungan yang cukup untuk mencukupi kebutuhan finansial di masa pensiun.
Pendidikan: Investasi dapat digunakan untuk mengumpulkan dana pendidikan untuk diri sendiri atau anggota keluarga. Dengan melakukan investasi yang tepat, seseorang dapat mencapai tujuan pendidikan tanpa tekanan keuangan yang berlebihan.
Mewujudkan Impian atau Tujuan Hidup: Investasi dapat membantu mewujudkan impian atau tujuan hidup seperti membeli rumah, memulai bisnis sendiri, melakukan perjalanan, atau pensiun dini. Dengan merencanakan dan mengelola investasi dengan baik, seseorang dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Penting untuk mencatat bahwa setiap individu memiliki tujuan investasi yang berbeda-beda. Adanya tujuan-tujuan ini membantu dalam merencanakan investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan keuangan masing-masing individu.

Apa bedanya menabung dengan investasi?

Investasi adalah Menanam Keuntungan di Masa Depan


Menabung dan investasi adalah dua konsep yang berbeda dalam mengelola keuangan. Berikut adalah perbedaan antara menabung dan investasi:

Tujuan: Menabung umumnya dilakukan untuk mempertahankan dan mengakumulasi uang dalam jangka pendek untuk tujuan tertentu, seperti kebutuhan mendesak, pembelian barang konsumsi, atau persiapan keuangan dalam situasi tak terduga. Sementara itu, investasi dilakukan dengan tujuan mencapai hasil atau keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang, seperti pertumbuhan modal, pendapatan pasif, atau persiapan keuangan untuk pensiun.

Risiko dan Potensi Keuntungan: Menabung di bank umumnya dianggap sebagai pilihan yang lebih aman karena dana disimpan dalam rekening tabungan atau deposito yang dijamin oleh lembaga penjamin simpanan. Keuntungan dari menabung biasanya dalam bentuk bunga tetap yang relatif rendah. Di sisi lain, investasi melibatkan risiko yang lebih tinggi karena nilai aset atau investasi dapat berfluktuasi. Namun, investasi juga memiliki potensi keuntungan yang lebih besar, tergantung pada instrumen investasi yang dipilih dan kinerja pasar.

Jangka Waktu: Menabung cenderung berfokus pada jangka pendek dan likuiditas, di mana dana dapat diakses dengan cepat jika dibutuhkan. Investasi biasanya berorientasi pada jangka waktu yang lebih panjang, di mana dana diinvestasikan dalam instrumen seperti saham, obligasi, atau properti dengan tujuan pertumbuhan nilai dalam jangka panjang.

Pertumbuhan Nilai: Menabung cenderung mempertahankan nilai uang secara relatif stabil, tergantung pada tingkat bunga yang diberikan oleh bank. Sementara itu, investasi dirancang untuk mencapai pertumbuhan nilai yang lebih tinggi melalui kenaikan nilai aset atau pendapatan yang dihasilkan dari investasi tersebut.

Diversifikasi: Menabung biasanya melibatkan akumulasi dana dalam rekening bank yang sama, sementara investasi memberikan kesempatan untuk mendiversifikasi portofolio dengan mengalokasikan dana pada berbagai instrumen investasi. Diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko dan meningkatkan potensi keuntungan.

Dalam prakteknya, seseorang dapat menggabungkan kedua konsep ini dengan cara menabung sebagian pendapatan untuk keperluan jangka pendek sementara menginvestasikan sebagian lainnya untuk tujuan jangka panjang. Pendekatan ini membantu mencapai keseimbangan antara kebutuhan likuiditas sehari-hari dan upaya mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

Sumber Rujukan.
1. PemProv Banten
Next Post Previous Post