Kenapa Kinerja Baik Tidak Membuat Karier Baik?

Kenapa Kinerja Baik Tidak Membuat Karier Baik?


Tangerangtalk.Online -  Saya sering diberitahu oleh atasan saya, bahwa semakin kita berkinerja baik maka prestasi dan karier anda akan lebih baik.

Namun setelah beberapa kali bekerja. Tidak selamanya prestasi dan karier berkorelasi dengan kinerja saja.

Beberapa kali saya melihat bahwa anak baru lebih moncer kariernya ketimbang orang yang sudah lama meniti karier bahkan berkinerja terbaik.

Biasanya anak baru yang merupakan titipan orang dalam itu lebih dahulu mendapatkan kesempatan ketimbang yang lain.

Atau anak baru yang memiliki fisik bagus lebih diuntungkan dalam penilaian prestasi ketimbang karyawan yang lama. Misalkan dia lebih cantik sehingga mudah di promosikan atau lebih tinggia lebih mungkin di promosikan.

Bias seperti ini sangat sering terjadi di tempat kerja.

Tips ketika menghadapi situasi seperti ini 

Situasi di mana prestasi dan karier tidak selalu berkorelasi langsung dengan kinerja dapat menyebakan frustrasi dan membuat seseorang merasa tidak adil. 

Namun, penting untuk tetap menjaga sikap profesional dan tetap berfokus pada pengembangan diri. Berikut beberapa saran dalam menghadapi situasi tersebut:

  1. Pertahankan Kinerja yang Unggul: Terus berfokus pada pekerjaan dan memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang Anda lakukan. Jangan biarkan kekecewaan atau ketidakadilan menghalangi kemampuan Anda untuk mencapai prestasi tinggi. Terus tingkatkan kualitas kerja dan buktikan kemampuan Anda secara konsisten.
  2. Tingkatkan Keterampilan dan Kompetensi: Terus mengembangkan diri dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Anda. Ambil peluang untuk mengikuti pelatihan, menghadiri seminar, atau mengikuti program pengembangan profesional lainnya. Dengan meningkatkan kompetensi, Anda dapat meningkatkan daya saing dan peluang karier.
  3. Jaga Koneksi dan Jaringan: Tetaplah terhubung dengan rekan kerja dan profesional di industri Anda. Jalin hubungan yang baik dengan orang-orang yang memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan. Dengan membangun jaringan yang kuat, Anda dapat mengetahui kesempatan karier yang mungkin terbuka dan mendapatkan dukungan dari mereka.
  4. Jujur dan Terbuka: Jika Anda merasa ada ketidakadilan atau bias dalam penilaian prestasi, carilah waktu yang tepat untuk berbicara dengan atasan Anda. Sampaikan keprihatinan Anda secara jujur dan terbuka, tetapi tetaplah mengedepankan sikap yang profesional dan tidak confrontational. Berikan contoh konkrit tentang kinerja dan prestasi Anda, dan minta masukan dan saran untuk meningkatkan peluang karier Anda.
  5. Fokus pada Peningkatan Diri: Meskipun keadilan mungkin tidak selalu terwujud dalam setiap situasi, jangan biarkan itu menghalangi semangat Anda dalam mengembangkan diri. Tetaplah berusaha untuk menjadi lebih baik dan belajar dari setiap pengalaman. Terus tingkatkan kualitas kerja Anda, tingkatkan pengetahuan dan keterampilan, dan cari peluang untuk membuktikan nilai-nilai Anda.
  6. Evaluasi Pilihan dan Kesempatan: Bila ada kesempatan untuk kemajuan atau perubahan, pertimbangkan dengan hati-hati apakah itu sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai Anda. Tidak semua kesempatan yang terlihat menarik adalah yang terbaik bagi Anda. Pertimbangkan dengan cermat dan pilihlah langkah-langkah yang akan membantu Anda mencapai tujuan karier jangka panjang.

Ingatlah bahwa setiap individu memiliki perjalanan karier yang unik, dan terkadang ada faktor-faktor di luar kendali Anda yang mempengaruhi keputusan pengambilan keputusan. Tetaplah berfokus pada hal-hal yang dapat Anda kontrol, seperti kinerja dan pengembangan diri, dan jangan biarkan ketidakadilan menghambat semangat Anda untuk mencapai kesuksesan.


Next Post Previous Post