Mathla'ul Anwar Daftarkan 1.000 Tenaga Pendidik BPJS Ketenagakerjaan

Perjanjian kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang dan Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar (PW MA) Provinsi Banten ditandatangani pada acara rapat kerja wilayah di aula DPUPR Provinsi Banten, Minggu (14/8/2022).(Antara)


Serang, Tangerangtalk -- Mathla'ul Anwar, salah satu Ormas Islam terbesar di Banten yang bergerak di bidang pendidikan mendaftarkan 1.000 tenaga pendidik dan pengurus sebagai peserta program BPJS Ketenagakerjaan.

Pendaftaran tahap pertama 1.000 dari ribuan tenaga pendidik dan pengurus itu melalui perjanjian kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang dan Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar (PW MA) Provinsi Banten ditandatangani pada acara rapat kerja wilayah di aula DPUPR Provinsi Banten, Minggu (14/8/2022).

Turut menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) KH Embay Mulya Syarief, Wakil Ketua Umum PB MA Babay Sujawandi, dan jajaran PW MA.

Keikutsertaan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian dari ikhtiar PB Mathla’ul Anwar untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para guru dan tenaga kependidikan di sejumlah perguruan MA di Banten.

Pengurus MA juga telah menjanjikan bahwa iuran stimulan kepesertaan seribu peserta itu untuk bulan pertama merupakan sumbangsih Bidang Sosial PB MA.

Ketua PW MA Provinsi Banten Taufikurohman mengatakan pihaknya akan menyosialisasikan kerja sama ini ke setiap perguruan MA sehingga guru dan tenaga kependidikannya bisa masuk ke dalam seribu peserta itu.

"Kerja sama ini upaya kami agar guru dan tenaga kependidikan di MA masuk BPJS Ketenagakerjaan. Apabila ada risiko yang timbul akibat kecelakaan kerja atau meninggal, sudah ada yang menanggungnya yaitu BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Taufik.

Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Serang Raya H. Didin Haryono mengatakan perjanjian kerja sama itu hanya dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

"Dengan hanya mengeluarkan uang untuk iuran sebesar Rp16.800 per bulan, kami yakin semua peserta mampu melaksanakannya dan mudah-mudahan berjalan lancar dan berkelanjutan," kata Didin.

Didin juga mengatakan pihaknya  siap terjun ke perguruan-perguruan dan kantong – kantong warga Mathla’ul Anwar di Banten untuk memberikan edukasi mengenai program jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai program pemerintah yang pelaksanaannya ditugaskan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

"Sasarannya tidak hanya guru dan tenaga kependidikan, juga para orangtua siswa yang anaknya belajar di perguruan Mathla’ul Anwar. Apalagi kebanyakan orangtua siswa bekerja di sektor informal," ungkap Didin.

Orangtua siswa, khususnya yang bekerja di sektor informal seperti petani, pedagang, nelayan, dan lainnya, masuk BPJS Ketenagakerjaan antara lain supaya pendidikan anak-anaknya terjamin.

“Apabila orangtua siswa meninggal karena kecelakaan kerja, dua anaknya akan diberi beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan sampai kuliah. Jadi biaya pendidikan anak-anaknya tidak terkendala walaupun orang tuanya meninggal,” jelas Didin.

Wakil Ketua Umum PB MA Mathla’ul Anwar Babay Sujawandi mendorong pengelola perguruan atau satuan pendidikan di Mathla’ul Anwar Banten ikut program BPJS Ketenagakerjaan.

"Manfaatnya sangat terasa. Jika terjadi kecelakaan kerja dan harus dirawat, tak perlu lagi memikirkan biaya perawatan di rumah sakit. Semuanya dijamin dan dibayar oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh. Unlimited," ungkap Babay.  (Antaranews)


Next Post Previous Post