Pengrajin Rotan di Tangerang Mengeluh Bahan Baku Sulit Didapat, Harga Jual Produk Menurun


TANGERANGTALK – Pengrajin rotan di Jalan KH Hasyim Ashari, Pinang, Kota Tangerang mengeluh harga jual barang berbahan rotan menurun, hal tersebut tidak sebanding dengan bahan mentah rotan yang semakin sulit didapatkan. 

Hal tersebut dirasakan alek (31), salah satu pengrajin rotan asal Cirebon yang sudah menetap di Tangerang selama 5 tahun. 

Sejak kecil dirinya mengaku sudah akrab dengan rotan, bagaimana tidak, keahlian tersebut diturunkan dari orang tua nya yang juga merupakan pengrajin rotan di Cirebon. 

"Dari semenjak sekolah, dari kecil memang sudah kenal sama rotan. Keluarga pengrajin rotan juga, jadi memang sehari-hari penghasilan dari rotan," ujarnya saat ditemui, Rabu (24/11/21). 


Ia mengatakan tidak ada kesulitan dalam membuat produk berbahan dasar tumbuhan yang didatangkan langsung dari Kalimantan ini. Selagi pemesanan memberikan contoh gambar, Alex akan membuatkannya. 

"Kalo kesulitan di harga ya, orang bikin pesenan harga sekarang murah, bahannya susah tapi harga jual murah. Proses pembuatan, untuk ukuran kecil pengerjaannya satu hari. Untuk yang berukuran besar bisa sampai satu minggu," terangnya.  

"Paling sulit bikin bentuk lembaran-lembaran besar, biasanya permintaan itu ukuran nya juga besar," sambungnya. 

Selama pandemi, omset dari hasil rotan nya mengalami penurunan, namun ia mengaku masih ada yang mencari produknya. 

Rotan sendiri, kata dia, bahan yang cukup awet dapat bertahan lama sampai puluhan tahun. 

"Kalo mau awet harus indoor, bisa sampai puluhan tahun. Biasanya ada yang servise juga sudah puluhan tahun pengen diperbaiki," paparnya. 


"Biasanya kolektor yang suka reparasi, atau ganti motif," sambungnya. 


Produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari souvenir pernikahan sampai lemari pakaian. 


"Produk bangku, meja, lemari, cup lampu, parcel nikahan, cermin, bangku motor, banyak juga yang custom keinginan konsumen," katanya. 

Untuk harganya bervariasi, mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. 

Kursi satu seat, kursi dua meja satu RP 2 sampai 3 jutaan ukuran standar. "Paling murah boncengan motor matic 100 ribu, untuk yang paling mahal biasanya pesanan sampai 5 juta ke atas," pungkasnya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url