Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Banten resmi dilantik
Pengurus Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Provinsi Banten resmi dilantik di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Sabtu (18/7/2026). Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru yang berkomitmen mengambil peran sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis bagi Pemerintah Provinsi Banten.
Ketua PMI Provinsi Banten, Ervin Suryono, mengatakan organisasi yang dipimpinnya tidak hanya akan mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan agar pelaksanaannya tetap berjalan sesuai tujuan.
”Pemuda Muslim Provinsi Banten siap menjadi mitra strategis dan mitra kritis bagi Pemerintah Provinsi Banten. Kami mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat, namun juga akan mengawal agar implementasinya berjalan secara transparan dan tepat sasaran,” kata Ervin usai pelantikan.
Sebagai program prioritas pasca pelantikan, PMI Banten akan membentuk Posko Aduan Pendidikan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Posko tersebut disiapkan untuk mengawal implementasi program pendidikan gratis yang menjadi salah satu agenda Pemerintah Provinsi Banten.
Menurut Ervin, keberadaan posko tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengaduan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan partisipatif terhadap pelaksanaan kebijakan di lapangan. Masyarakat dapat melaporkan berbagai persoalan, mulai dari dugaan pungutan liar, hambatan administrasi, hingga praktik-praktik yang berpotensi menghambat akses pendidikan.
Ia menegaskan, program pendidikan gratis merupakan kebijakan yang harus dijaga bersama karena menyangkut hak masyarakat dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
”Jangan sampai program yang berorientasi pada keberpihakan kepada rakyat dalam menyambut Indonesia Emas 2045 malah dinodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi ataupun kelompok,” ujarnya.
Ervin menambahkan, PMI Banten akan membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya agar setiap laporan yang diterima dapat ditindaklanjuti secara objektif dan konstruktif.
Melalui kepengurusan baru tersebut, PMI Provinsi Banten berharap dapat memperkuat peran organisasi kepemudaan sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus mendorong tata kelola kebijakan publik yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan PMI Provinsi Banten periode 2026–2030 yang diharapkan mampu memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan publik.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru PMI Provinsi Banten. Ia berharap organisasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi penghubung yang efektif antara pemerintah dan warga.
“Mudah-mudahan Pemuda Muslimin Indonesia yang dibentuk dan dilantik serta dikukuhkan oleh pengurus pusat dapat bermanfaat dan berguna untuk masyarakat Banten serta bekerja sama dengan pemerintah sebagai jembatan, sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat,” kata Dimyati.
Diketahui, Selain Wakil Gubernur Banten, juga Turut hadir beberapa tokoh seperti Benni (kadis Kominfo), Rina (Asda 3), Ali Hanafiah (Kabiro Umum), Ketua Umum PB Pemuda Muslim, Habib Ali Alwi (MPR RI), Kyai Hafidin (Ketua SI Banten), KH Fathul Adhim (Kesepuhan Banten).
